Tampilkan postingan dengan label Seni dan Kebudayaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni dan Kebudayaan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Februari 2013

Berbagai macam kekayaan Laut Indonesia


Laut Dapat Menyerap Karbon Dioksida (CO2)


Laut Indonesia yang luasnya mencapai 5,8 juta km2 itu, ternyata mampu menyerap sekitar 44 persen dari seluruh jumlah karbon dioksida (CO2) di atmosfer. Demikian penjelasan Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi, di Jakarta.

Pemanasan global itu muncul karena gas CO2 semakin banyak di atmosfer. Kenaikan gas itu disebabkan oleh banyaknya pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya. Biasanya, kenaikan gas CO2 itu akan diserap oleh tumbuh-tumbuhan dan laut. Gas CO2 sendiri dibutuhkan oleh Bumi agar suhunya tidak dingin. Namun, bila tumbuh-tumbuhan dan laut tidak mampu menyerap kenaikan gas CO2 ini, maka akan terjadi pemanasan global. Fungsi LautSalah satu fungsi dari laut adalah menyerap CO2. Bagaimana caranya? Di laut, ada sebuah sistem rantai makanan, yang berfungsi sebagai carbon sinks. Awal dari sistem rantai makanan itu adalah fitoplankton (alga) yang membutuhkan karbon dari gas CO2 untuk fotosintesis. Karbon itu mereka serap dari atmosfer.


Dengan karbon itu, plankton tetap bisa hidup. Ia lalu menjadi makanan bagi ikan-ikan. Dan ikan adalah makanan untuk manusia. Nah, dengan kemampuan laut menyerap CO2, terjamin pula kelangsungan kehidupan di laut.Binatang bercangkang atau berkerang juga menggunakan karbon untuk membuat cangkang atau kerang mereka.
Mereka juga menyerap CO2 dari atmosfer. (LAN) Foto: flickr.com Kata sulit:Carbon sinks: tempat untuk menyimpan atau menyerap gas karbon dioksida yang terdapat di atmosfer bumi.Fotosintesis: proses memasak makanan dengan hijau daun melalui cahaya matahariPlankton: organisme laut (tumbuhan dan hewan) yang sangat halus, melayang di dalam air dan merupakan makanan utama ikan.



Kerusakan Laut Indonesia


Indonesia sebagai negara maritim yang sedang bermasalah dengan kerusakan hutan dan lingkungan pesisir serta laut, rasanya tidak pantas hanya puas karena menjadi tuan rumah konferensi perubahan iklim dan terumbu karang dunia. Sementara masalah mendasar menjaga lingkungan laut dari pencemaran limbah tambang dan beracun di perairan sendiri, masih terabaikan.


Sedikitnya sampai saat ini 340.000 ton limbah tambang (tailing) per hari dibuang dan mencemari laut dari dua perusahaan asing terbesar yang beroperasi di wilayah Papua dan Nusa Tenggara Barat. Selain itu laut juga tercemar minyak oli kapal yang mencapai 80 juta liter per tahun. Persoalan pencemaran laut juga terjadi di Jawa Timur. Di perairan Situbondo misalnya, limbah asam sulfat (H2So4) dengan bebas dibuang ke Selat Madura oleh pabrik pengolahan kepala dan kulit udang (citin). Akibatnya ratusan petani tambak usaha budidaya laut dan hatchery mengalami gagal panen. Demikian pula Kali Surabaya yang bermuara di Selat Madura menjadi tempat menampung limbah dari sedikitnya 105 pabrik. Limbah pabrik mengandung unsur logam berat, seperti merkuri dan timah yang berbahaya bagi mahluk hidup. Pencemaran limbah tentunya berbahaya pula bagi perikanan tangkap dan usaha budidaya pesisir dan laut di 10 kabupaten dan kota di pesisir Selat Madura. Selat dengan potensi ikan 214.097 ton per tahun itu, juga menjadi tempat buangan lumpur Lapindo melalui Kali Porong.. Data hasil uji Laboratorium Penguji Balai Pengembangan Budidaya Air Payau (LPBPBAP), Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Timur menyebutkan, sebanyak 15 parameter diteliti menggunakan beberapa spesifikasi metode. Sembilan parameter diantaranya melebihi ambang batas standar baku mutu air untuk budidaya air payau. Sampling yang diuji berasal dari anak Kali Porong. Sungai Permisan di Desa Permisan, Kecamatan Jabon, Sungai Tuyono dan Sungai Avor Alo di Kecamatan Porong, tanah tambak di desa Permisan dan desa Plumbon serta kolam lele di desa Penatar Sewu, Kecamatan Tanggulangin. Lumpur mengandung unsur amonia (NH3), nitrit (NO2), sulfida (S2), dan klorin (Cl 2) untuk satuan miligram per liter tercatat melampaui ambang batas. Demikian pula unsur besi (Fe), tembaga (Cu), mangan (Me) dan bromida (Br2) melebihi ketentuan standar yang diatur berdasarkan PP No.82 tahun 2001. Bahkan ditemukan plankton jenis prorocentrum sp yang meracuni ikan.

Hasil uji laboratorium bulan Maret lalu, aliran lumpur Lapindo mencemari pula Sungai Ketapang di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Oksigen terlarut, amonia, nitrit, tembaga, klorin dan seng melebihi ambang batas dan menyebabkan gagal panen sejumlah tambak udang yang dialiri Sungai Ketapang.

Sementara itu 85.510 nelayan dan 14.832 petani tambak menggantungkan pendapatannya dari Selat Madura. Kondisi selat seluas 9.500 kilometer persegi itu akan bertambah parah jika limbah tailing sebanyak 2.361 ton per hari jadi dibuang ke laut. Limbah tersebut berasal dari penambangan emas di Hutan Lindung Tumpang Pitu, Banyuwangi, dikhawatirkan akan mencemari pula Selat Bali dan Samudera Indonesia. Pencemaran di perairan Jawa Timur adalah sebuah tamparan. Permasalahan itu seharusnya berani dibeberkan delegasi Jawa Timur di sidang World Ocean Conference (WOC). Sehingga mendapat perhatian dan menjadi isu pencemaran laut lokal, yang mampu menggugah kesadaran dunia international.


Dampak perubahan iklim
Indonesia dijadwalkan menjadi tuan rumah WOC tanggal 11-15 Mei 2009 di Manado, Sulawesi Utara. Forum international itu rencananya akan dihadiri ratusan pakar lingkungan, kelautan dan iklim dunia. Pemanasan global akan menjadi agenda utama. Agenda lainnya adalah membahas kelestarian terumbu karang, Coral Triangle Initiative (CTI) Summit. Seperti diketahui terumbu karang merupakan unsur penting untuk menjaga kemampuan laut menyerap 40 persen karbon dioksida. Pencemaran udara telah meresahkan penduduk dunia karena menaikkan suhu panas bumi. Hal ini berdampak pada penggelembungan molekul air laut dan pencairan glaciers dan bongkah gunung es yang menaikan permukaan laut. Kondisi itu berdampak pada perubahan iklim, meningkatkan frekuensi badai topan, dan banjir sehingga memukul penduduk pesisir. Pengaruh buruk kenaikkan permukaan laut telah menenggelamkan sejumlah pulau di Samudera Pasific dan Samudra Indonesia. Antara lain Pulau Kiribati, Vanuatu, Tuvalu dan Kepulauan Marshall serta Kepulauan Maladewa dan beberapa pulau Indonesia. Di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur sedikitnya 5 pulau tenggelam dalam 10 tahun terakhir ini. Hasil verifikasi Depdagri, Departemen Kelautan dan Perikanan serta Bakorsurtanal menyebutkan, dari 17.504 pulau yang dimiliki Indonesia ternyata jumlahnya menyusut menjadi 17.480 pulau. Berkurangnya jumlah pulau tersebut diduga selain karena pemanasan global dan akibat degradasi lingkungan.


Konservasi Laut
Menghijaukan permukaan bumi, memperbaiki ekosistem laut adalah upaya meredam panas bumi. Pada dasarnya laut mampu mengubah air kotor menjadi nutrient, melenyapkan zat polutan air, mengubah karbon dioksida menjadi makanan dan oksigen. Akan tetapi eksploitasi hasil laut secara berlebihan (overfsihing) menyabotase ekosistem laut. Lingkungan laut menjadi tidak stabil, kemampuan laut memproduksi hasil laut semakin menurun. Untuk memulihkan kondisinya dengan memperbanyak wilayah konservasi laut. Indonesia sangat berkepentingan dengan konservasi laut mengingat posisinya termasuk dalam wilayah triangel coral reef. Lebih dari 18 persen terumbu karang dunia yang menjadi tempat berkembang biaknya ikan tuna, dan ribuan spesies laut lainnya berada di perairan nusantara. Hutan Amazone bawah laut itu, lokasinya terbentang dari utara Kalimantan, Kepulauan di Filipina, Halmahera, Papua Niugini, Kepulauan Solomon, Kepulauan Arafura, Timor Leste, selatan Nusatenggara, Selat Bali hingga selatan Kalimantan dengan luas 75.000 kilometer persegi. Keberadaan kawasan konservasi memang penting, akan tetapi hal itu seharusnya tidak membatasi akses nelayan untuk memanfaatkan sumber daya laut. Konservasi laut umumnya dimanfaatkan untuk wisata bahari. Taman Nasional Laut atau Taman Wisata Laut pada kenyataannya menutup ruang gerak nelayan. Pemanfaatannya untuk wisata bahari telah memutus wilayah tangkap nelayan dan mengesampingkan peran masyarakat pesisir.



Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat luas dan banyak menyimpan kekayaan alam. Dengan luas lautan hampir 70% dari total keseluruhan luas negara Indonesia, Sebesar 14 persen dari terumbu karang dunia ada di Indonesia. Diperkirakan lebih dari 2.500 jenis ikan dan 500 jenis karang hidup di dalamnya, tetapi belum banyak dipahami betul nilainya bagi bangsa Indonesia.


Terumbu karang merupakan pusat keanekaragaman hayati laut terkaya di dunia yang memiliki struktur alami serta mempunyai nilai estetika yang tiada taranya. Selain sebagai lingkungan yang alami, terumbu karang juga mempunyai banyak manfaat bagi manusia dalam berbagai aspek ekonomi, sosial dan budaya
Kekayaan spesies terumbu karang, ikan, dan biota laut lainnya tampak berlimpah di Perairan Alor, Nusa Tenggara Timur, pada Mei 2007. Segitiga Terumbu Karang yang disebut juga sebagai “Amazon of the Seas” mencakup wilayah perairan tengah dan timur Indonesia, Timor Leste, Filipina, Sabah-Malaysia, Papua Niugini, dan Kepulauan Salomon diperkirakan dihuni sekitar 3.000 spesies ikan.


Sayang, ternyata banyak terumbu karang yang rusak. Menurut data dari Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang di Indonesia atau Coral Reef Rehabilitation Management Program Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (COREMAP LIPI), hanya 6,83 persen dari 85.707 km2 terumbu karang yang ada di Indonesia berpredikat sangat baik (excellent). Terumbu karang yang sangat baik itu tersebar di 556 lokasi. Sungguh sangat disayangkan sekali, kekayaan alam yang sangat berlimpah di negri ini, tidak kita jaga dengan baik, dan kita lestarikan keberadaannya.


Sementara, dengan memiliki lebih dari 2500 jenis ikan yang hidup dan berkembang biak di perariran Indonesia, sangat disayangkan sekali belum dapt dimanfaatkan secara maksimal oleh rakyat Indonesia, nelayan Indonesia belum dapat hidup makmur, padahal negara kita terkeal dengan kekayaan lautnya. Pemerintah terkesan seperti tutup mata dan tidak terlalu menanggapi permasalahan mengenai banyaknya nelayan asing, yang secara sengaja menggunakan bendera Indonesia di kapal mereka, lalu bebas menangkap ikan di daerah laut Indonesia. Hal tersebut menunjukan lemahnya hukum dan kurangnya ketegasan dan tindakan pengamanan perairan Indonesia dari pemerintah.


Oleh karena lemahnya perlindungan pemerintah terhadap laut Indonesia, maka menyebabkan banyak kerusakan kekayaan laut Indonesia, seperti kerusakan terumbu karang akibat penggunaan pukat harimau, penggunaan bom ikan, dan banyak hal lainnya, sehingga banyak kerusakan yang diakibatkan oleh hal-hal tersebut.


Kekayaan laut Indonesia sangat memiliki potensi yang tinggi. Baik dari segi perdagangan hasil laut, maupun dari segi pariwisata. Dengan keaneka ragaman dan berlimpahnya kekayaan laut negri ini, Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor ikan, udang dan berbagai jenis hewan laut lainnya untuk dikirim ke luar negeri utuk diolah sebagai bahan makanan, ikan-ikan Indonesia sudah banyak di kirim ke jepang, china, korea dan beberapa negara lain di benua asia dan bahkan sudah menembus benua amerika. Dari hal tersebut, kita dapat brpendapat bahwa kekayaan laut Indonesia tidak hanya indah, tetapi memiliki kualitas internasional, sehingga banyak negara asing yang menyukai mutu dari ikan-ikan dari laut Indonesia.


Dari segi pariwisata, Indonesia banyak memiiki tempat-tempat wisata laut yang menarik, kita memiiki kepulauan seribu, taman laut bunaken, keindahan laut pulau Lombok, bali, dan banyak tempat wisata laut menarik lainnya. Apabila kita dapat memanfaatkannya dengan baik untu kepentingan negara ini, dunia akan menyadari bahwa Indonesia adalah suatu negara yang memiiki keindahan yang memukau, dibalik isu-isu negative tentang Indonesia di dinua iternasional, hal ini dapat menjadi daya tarik tersebdiri bagi para wisatawan asing maupun lokal, untuk berkunjung ke Indonesia.


Sangat disayangkan sekali, anugerah dan karunia yang dimiliki oleh Indonesia akan kekayaan laut kita, dengan berbagai macam keindahan terumbu karang, keanekaragaman ikan laut dan berbagai macam keindahan biota laut lainnya rusak begitu saja, oleh karena ulah dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab, yang hanya mementingkan kepentingan pribadinya saja dan mengabaikan kelestarian alam laut Indonesia
Dengan ini, saya sebagai orang yang peduli akan keindahan laut Indonesia, menghimbau dan mengajak anda semua, untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan kekayaan laut Indonesia.



Indonesia adalah negara yang sangat kaya dan memiliki berbagai macam kekayaan alam yang sangat berlimpah. Maka, apabila anda benar-benar seseorang yang mencintai tanah air ini, mari kita bersama-sama memberikan kontribusi untuk tanah air kita, salah satunya dengan cara menjaga kekayaan laut Indonesia.

Semoga dengan adanya blog ini, kita semua dapat lebih menyadari keindahan dan kekayaan laut yang kita miliki..semoga anda semua dapat menikmati blog ini, dah silahkan nerkomentar, saling memberikan kritik dan saran yang membangun, semoga laut Indonesia dapat lebih terjaga kelestarian dan keindahannya.

LAUT INDONESIA MEMBUTUHKAN PERHATIAN DAN BANTUAN KITA…!!!
MARI KITA JAGA DAN LESTARIKAN KEKAYAAN LAUT INDONESIA..!!!
KITA PASTI BISAA..!!!KITA HARUS BISA..!!
readmore »»  

Sabtu, 23 Februari 2013

Seni Tradisional Budaya Kalimantan Selatan



Seni tradisional Banjar adalah unsur kesenian yang menjadi bagian hidup masyarakat dalam suku Banjar. Tradisional adalah aksi dan tingkah laku yang keluar alamiah karena kebutuhan dari nenek moyang yang terdahulu. Tradisi adalah bagian dari tradisional namun bisa musnah karena ketidakmauan masyarakat untuk mengikuti tradisi tersebut.

Kultur budaya yang berkembang di Banjarmasin sangat banyak hubungannya dengan sungai, rawa dan danau, disamping pegunungan. Tumbuhan dan binatang yang menghuni daerah ini sangat banyak dimanfaatkan untuk memenuhi kehidupan mereka. Kebutuhan hidup mereka yang mendiami wilayah ini dengan memanfaatkan alam lingkungan dengan hasil benda-benda budaya yang disesuaikan. hampir segenap kehidupan mereka serba relegius. Disamping itu, masyarakatnya juga agraris, pedagang dengan dukungan teknologi yang sebagian besar masih tradisional.

Seni Budaya Banjarmasin
Kultur budaya yang berkembang di Banjarmasin sangat banyak hubungannya dengan sungai, rawa dan danau, disamping pegunungan. Tumbuhan dan binatang yang menghuni daerah ini sangat banyak dimanfaatkan untuk memenuhi kehidupan mereka. Kebutuhan hidup mereka yang mendiami wilayah ini dengan memanfaatkan alam lingkungan dengan hasil benda-benda budaya yang disesuaikan. hampir segenap kehidupan mereka serba relegius. Disamping itu, masyarakatnya juga agraris, pedagang dengan dukungan teknologi yang sebagian besar masih tradisional.Ikatan kekerabatan mulai longgar dibanding dengan masa yang lalu, orientasi kehidupan kekerabatan lebih mengarah kepada intelektual dan keagamaan. Emosi keagamaan masih jelas nampak pada kehidupan seluruh suku bangsa yang berada di Kalimantan Selatan.


Urang Banjar mengembangkan sistem budaya, sistem sosial dan material budaya yang berkaitan dengan relegi, melalui berbagai proses adaptasi, akulturasi dan assimilasi. Sehingga nampak terjadinya pembauran dalam aspek-aspek budaya. Meskipun demikian pandangan atau pengaruh Islam lebih dominan dalam kehidupan budaya Banjar, hampir identik dengan Islam, terutama sekali dengan pandangan yang berkaitan dengan ke Tuhanan (Tauhid), meskipun dalam kehidupan sehari-hari masih ada unsur budaya asal, Hindu dan Budha.
Seni ukir dan arsitektur tradisional Banjar nampak sekali pembauran budaya, demikian pula alat rumah tangga, transport, Tari, Nyayian dsb.
Masyarakat Banjar telah mengenal berbagai jenis dan bentuk kesenian, baik Seni Klasik, Seni Rakyat, maupun Seni Religius Kesenian yang menjadi milik masyarakat Banjar seperti :

- Teater Tradisi / Teater Rakyat
Antara lain Mamanda, Madihin, Wayang Gung, Abdul Mulk Loba, Kuda Gepang, Cerita Damarwulan, Tantayungan, Wayang Kulit, Teater Tutur.
- Seni Musik
Antara lain Kuriding, Karung-karung Panting, Kintunglit, Bumbung, Suling Bambu, Musik Tiup, Salung Ulin, Kateng Kupak.
- Sinoman Hadrah dan Rudat
Sinoman Hadrah dan Rudat bersumber daripada budaya yang dibawa oleh pedagang dan penda'wah Islam dari Arab dan Parsi dan berkembang campur menjadi kebudayaan pada masyarakat pantai pesisir Kalimantan Selatan hingga Timur.
- Seni Tari
a. Tari Tradisi : Balian, Gantar, Bakanjar, Babangai
b. Tari Klasik : Baksa Kambang, Topeng, Radap Rahayu
c. Tari Rakyat : Japin Sisit, Tirik Lalan, Gambut, Kuda Gepang, Rudat dll
- Seni Sastra
Antara lain Kuriding, Karung-karung Panting, Kintunglit, Bumbung, Suling Bambu, Musik Tiup, Salung Ulin, Kateng Kupak.
a. Syair : Hikayat, Sejarah, Keagamaan
b. Pantun : Biasa, Kilat, Bakait
- Seni Rupa
Antara lain Ornamen, Topeng dan Patung.
- Keterampilan
Maayam dinding palupuh, maulah atap, wantilan, maulah gula habang, maulah dodol kandangan, maulah apam barabai, maulah sasapu ijuk, manggangan, maulah wadai, maulah urung katupat, maaym janur banjar, dll.
Sumber By http://senibudayakalsel.blogspot.com/
readmore »»  

Jumat, 22 Februari 2013

Wisata Alam Eksotis di Kotabaru Kalimantan Selatan

Kabupaten Kotabaru dengan Ibukota Pulau Laut memiliki cukup banyak lokasi yang dapat dijadikan sebagai obyek wisata, baik itu berupa Wisata Alam, Wisata Buatan, Wisata Religius, Wisata Sejarah/Wisata Budaya, dan Wisata Adat yang cukup potensial untuk dikembangkan.


Air Terjun Tumpang Dua
Air Terjun Tumpang Dua yang berlokasi di desa Sebelimbingan Kecamatan Pulau Laut Utara.
obyek wisata kotabaru
Air terjun Tumpang Dua
Merupakan kawasan objek wisata tirta yang sangat menarik, indah dan sejuk dengan fasilitas kolam renang alami yang sangat nyaman, santai buat keluarga dengan suasana alam pegunungan yang jarang terdapat di daerah lain.
Pantai Gedambaan
Belum lengkap kalau wisata ke Kabupaten Kotabaru kalau kita belum mengunjungi pantai Gedambaan 14 km dari Kota Kotabaru dengan tempat wisata pantai dengan pasir putihnya tersebut pemandangan yang khas dan ditambah sarana pendukung seperti Cottage (penginapan), Mushola, Kolam Pemancingan dan Warung Makan serta tempat duduk yang banyak tersedia.
pantai gedambaan
Panorama senja hari di Pantai Gedambaan
 
Pantai ini merupakan sebuah pantai yang sangat indah dan merupakan kebanggaan bagi masyarakat Kotabaru. Pantai ini terus dikembangkan dan pasilitasnya terus ditambah. Pada tahun 2006 dibangun kolam renang di kawasan sekitar pantai tersebut. Pantai ini selalu ramai dikunjungi khususnya pada hari sabtu da hari minggu. Selain itu juga tersedia sarana parkir yang luas akan memudahkan kita untuk berpiknik di Pantai Gedambaan. Dan tidur di Cottage Pantai Gedambaan.

Panorama Laut di Pantai Gedambaan

Acara Adat Macceratasi
Pantai Gedambaan yang lebih terkenal dengan Sarang Tiung tersebut, pada musim liburan memang selalu ramai, namun pada tahun baru semakin ramai dibandingkan hari libur biasa.

Ribuan pengunjung sudah memadati pantai sejak Sabtu sore, dengan setia mereka mengikuti upacara adat pemotongan hadangan (kerbau), sebagai bentuk rangkaian ritual adat tersebut. Prosesi utarna Macceratasi adalah penyembelihan kerbau, kambing, dan ayam di pantai kemudian darahnya dialirkan ke laut dengan maksud memberikan darah bagi kehidupan laut. Dengan pelaksanaan upacara adat ini, masyarakat yang tinggal sekitar pantai dan sekitarnya, berharap mendapatkan rezeki yang melimpah dari kehidupan laut.

Sebelum Macceratasi dimulai terlebih dahulu diadakan upacara Tapung Tawar untuk meminta berkah kepada Allah SWT. Sehari kemudian diadakan pelepasan perahu Bagang dengan memuat beberapa sesembahan yang dilepas beramai-ramai oleh nelayan bagang, baik dari Suku Bugis, Mandar maupun Banjar. Keseluruhan upacara adat ini sekaligus melambangkan kerekatan kekeluargaan antar nelayan.
Untuk meramaikan upacara adat ini, biasanya disuguhkan hiburan berupa kesenian hadrah, musik tradisional, dan atraksi pecak silat. Usai pelepasan bagang, ditampilkan atraksi meniti di atas tali yang biasa dilakukan oleh lelaki Suku Bajau. Atraksi ini pun selalu dipertunjukkan bahkan dipertandingkan pada saat Upacara Adat Salamatan Leut (Pesta Laut) sebagai pelengkap
Acara adat dilanjutkan dengan pelepasan perahu bagang (alat tangkap teri) ke laut. Ratusan perahu nelayan jenis Balapan berjejer disepanjang garis pantai, guna dilepas secara simbolis menuju bagang di sekitar pantai Sarang Tiung.
Dilanjutkan dengan acara tari-tarian adat yang bertujuan menghibur masyarakat dan pengunjung, serta doa bersama agar tahun baru membawa berkah bagi semua masyarakat.
Sementara, pengunjung yang datang tidak hanya sekedar menyaksikan upacara adat secara langsung melainkan juga menikmati keindahan pantai sarang tiung tersebut.
Ribuan pengunjung yang terdiri dari orang tua, anak-anak serta pasangan muda mudi terlihat asik dengan kegiatan masing-masing. Ada yang bermain pesawat mainan dari gabus yang bisa diterbangkan di sekitar pantai.
Ada yang bermain bola ada yang asik membuat bangunan pasir, serta pengunjung yang hanya hilir mudik menikmati pemadangan. Keramaian tersebut ternyata membawa rejeki bagi pedagang kaki lima yang berjualan di tengah keramaian tersebut. Namun, dibalik itu semua diharapkan upacara adat sebagai satu diantara ribuan kebudayaan Kotabaru, tidak dicemari dengan kegiatan negatif.

Menikmati Terumbu Karang di Teluk Tamiyang
Salah satu keindahan alam yang menarik adalah gugusan terumbu karang didaerah Teluk Tamiyang yang berada di dalam kawasan Kecamatan Pulau Laut Barat.
 
Berbagai jenis terumbu karang Teluk Tamiyang
Keaslian terumbu karang yang belum tersentuh ini semakin menarik karena kejernihan air laut di daereh tersebut. kawasan ini dapat ditempuh dengan perjalanan darat dan kemudian di lanjutkan dengan menggunakan kapal motor kecil yang kesemuanya mempunyai jarak lebih kurang sekitar 4 Km dari Ibu Kota Kabupaten Kotabaru. Potensi alam yang demikian indah ini dianngap sebagian banyak orang tak kalah bagusnya dengan terumbu karang di kawasan wisata Taman Laut Bunaken yang berada didaerah Sulawesi Utara.

Gunung Batu Kapur Yang Menjulang Tinggi
Gunung Batu Kapur ini merupakan sebuah pemandangan khusus dengan keindahan alam yang langka.
 
Gunung Batu Kapur
Disamping potensi alam tersebut juga sebagai potensi tambang atau salah satu bahan baku industri.

Pemandian Air Panas Desa Sigam
Selain Pantai Gedambaan yang selalu padat pengunjungnya, wisata alam air panas di Desa Sigam juga memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjungnya.
Banyaknya pengunjung ke lokasi air panas Desa Sigam karena adanya anggapan dengan mandi air panas di Km 4 tersebut dapat membantu menyebuhkan penyakit kulit, walau penyakit tersebut sebelumnya sudah diobati dan tidak kunjung sembuh. Selain itu mandi air panas juga dipercayai dapat membugarkan tubuh yang letih dan lelah setelah bekerja keras.
Gunung Jambangan
Gunung ini, dilihat dari kejauhan hanya sebuah gunung yang indah.

Panorama Gunung Jambangan
Namun, apabila melintas di sisinya, tentu nampak lebih jelas lagi keindahannya.
Pulau Manti
Pulau Manti adalah sebuah pulau dengan pasir pantai yang putih, berada di antara Pulau Laut dan Pulau Sebuku.

Panorama senja hari Pulau Manti
Pulau ini menghadirkan kesejukan suasana pantai dan laut dan sangat nyaman untuk dijadikan sebagai tempat instirahat dalam waktu tertentu.
Batu Jodoh dan Ritual Malasung Manu
Batu Jodoh terletak di Pantai Aru Kecamatan Pulau Laut Selatan merupakan tempat yang dipercaya oleh masyarakat sebagai tempat terkabul segala ikrar sepasang kekasih. Perjanjian atau ikrar dilakukan dengan duduk di atas kedua batu tersebut kemudian sepasang kekasih tersebut saling berikrar dengan begitu mereka meyakini bahwa ikrar mereka tersebut dapat terkabul. Keyakinan ini sudah dipercaya masyarakat secara turun temurun sehingga banyak wisatawan yang melakukan ikrar di atas batu tersebut sebagai pembuktian dari keyakinan masyarakat.
batu jodoh ritual malasung manu
Mereka umumnya memang meminta segera dipertemukan jodohnya oleh Allah SWT dengan cara melakukan ritual Malasuang Manu.
Sebelum memasuki upacara puncaknya, upacara adat Malasuang Manu biasanya dikemas dengan beberapa kegiatan lainnya seperti sepakbola yang merebutkan piala bergilir Wakil Gubernur.
Biasanya, pelaksanaan acara puncak dari Malasuang Manu ini adalah pada hari terakhir dan sekaligus penutupan semua kegiatan lainnya.
Dengan melepaskan sepasang ayam jantan dan betina di Pulau Cinta, pulau yang luasnya kurang dari 500 m3 dan hanya terdiri dari batu-batu besar dan sejumlah pohon laut tersebut, kaum muda-mudi akan segera mendapat jodoh.
Selain melepaskan ayam jantan dan betina dari atas dua batu besar, yang terbelah dengan ketinggian sekitar 10 meter dari permukaan laut, muda-mudi yang datang ke Pulau Cinta, juga melaksanakan ritual mengikatkan sebuah tali di dahan dan ranting pohon laut, yang tumbuh di atas batu-batu besar, dengan harapan akan mendapatkan jodoh yang tidak akan terputus sampai maut menjemput.
Tali atau benda-benda yang digantung di dahan dan ranting tersebut, biasa berupa pita warna-warni, plastik rafia, atau akar pohon, dan diberi benda-benda atau batu yang memiliki bentuk indah atau sapu tangan, sebagai tanda keinginanya digantungkan kepada Allah SWT.
Usai memasang dan melaksanakan selamatan di Pulau Cinta, muda-mudi yang menggunakan kendaraan kelotok tersebut kembali pulang, dengan membawa harapan segera dipertemukan jodohnya.
Setelah keinginannya tercapai bertemu jodohnya, mereka kembali mendatangi Pulau Cinta, pulai yang harus ditempuh dengan waktu sekutar 30 menit dari daratan Pulau Laut.
Mereka kembali ke Pulau Cinta dengan menggunakan perahu yang dihiasi kain dan kertas warna-warni bersama pasangannya, untuk melakukan syukuran bersama kerabat dekat dan handai taulannya.
Dalam selamatan itu disajikan beberapa menu makanan khusus yang tidak boleh ditinggalkan seperti, sanggar (pisang kepok yang di balut dengan tepung beras dan gandum dengan ditambah gula dan garam, kemudian goreng), serta minuman teh panas yang disajikan saat kedatangan pertama dan kedua kalinya itu.
Mereka datang untuk melepas dan mengambil kembali tali serta benda yang diikat pada dahan dan ranting, untuk disimpan sebagai bukti keinginannya telah dikabulkan Allah SWT, mendapatkan jodoh dengan harapan terus dibimbing untuk menjadi keluarga yang sejahtera.
Ritual yang dilaksanakan antara bulan Juli dan Agustus tersebut, disaksikan oleh ribuan wisatawan domestik dan manca negara, seperti Australia, Korea Selatan, dan China.
Wisatawan luar negeri tersebut sebagian besar adalah keluarga dan kerabat karyawan perusahaan asing di wilayah itu, yakni perusahaan kepelabuhanan PT Indonesia Bulk Terminal (IBT), dan perusahaan bahan baku bubur kertas PT Mangium Anugerah Lestari (MAL).
Selain itu, wisatawan yang turut hadir juga berasal dari anak buah kapal (ABK), kapal-kapal asing dan dalam negeri yang kebetulan sedang bongkar muat batubara di PT IBT.
Kemeriahan pesta adat Malasuang Manu, merupakan kebanggaan daerah dalam mempromosikan Kabupaten Kotabaru.
Meriahnya pesta adat asal suku Mandar, Sulawesi Selatan tersebut kini menjadi ajang wisata tahunan bagi masyarakat Kotabaru.
Di pulau yang terdiri dari bebatuan yang ditumbuhi pohon-pohon laut serta kelapa itu.
Air Terjun Seratak
Air Terjun Seratak adalah kawasan wisata alam dan tirta dengan air terjun yang alami serta dengan tumbuhan anggreknya yang sangat menarik. Air terjun Seratak cukup mudah dicapai, karena jaraknya tidak terlalu jauh dari pusat kota. Dari kota Kotabaru ke Desa Seratak cuma berjarak 22 km, yang dapat ditempuh dalam waktu antara 20 sampai 30 menit. Sedangkan untuk menuju kawasan air terjun, harus ditempuh jalan setapak sekitar 2,5 km. Jika kita berjalan kaki dengan santai cukup satu jam sudah sampai ke air terjun.
 
Air Terjun Saratak
 
Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar empat meter dan di bawahnya terdapat kolam yang luas itu, sangat strategis dijadikan obyek wisata pilihan dari sejumlah obyek wisata alam serta wisata budaya di "Bumi Sa-Ijaan.
Di sekitar air terjun terdapat telaga yang indah. Airnya sangat jernih dan mengalir ke sela-sela batu-batu raksasa serta bebatuan kecil dan keras di bawahnya. Sementara itu pohon-pohon yang menjulang di sekitar lokasi masih rindang dan cukup asri untuk dapat dinikmati kala beristirahat menghilangkan kepenatan.
Ditambah suasana lingkungan yang masih perawan itu membuat daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik dan mancanegara, terlebih di antara bebatuan terdapat sebuah batu yang berbentuk mirip kura-kura.
Jalan sekitar menuju air terjun dan kawasan tangkapan air juga terdapat pohon buah-buahan, diantaranya langsat dan durian.
Di kawasan tersebut juga layak dikembangkan agrowisata. Sambil menikmati keindahan alam, pengunjung dapat mengonsumsi buah-buahan.

Untuk memudahkan pengunjung menuju objek wisata, pemerintah berencana membuat jalan undakan di beberapa tempat. Di jalan undakan tersebut akan dibuat shelter-shelter untuk para pengunjung yang ingin beristirahat.
Pulau Samar Gelap Pulau Telur Penyu
Dari kejauhan terlihat samar-samar apabila menjelang senja.

amun pulau tersebut menyimpan kedamaian di laut sekitar karena jika kita berada di sana kita bisa menikmati pemandangan unik yaitu merayapnya penyu ke pantai untuk bertelur.
 
Penyu Besar Yang Ada Di Pantai Ini

Temuluang, Goa Paling Kaya
Dari luar, Goa Temuluang tak menarik. Mulut goa penuh semak belukar. Untuk mencapainya juga harus lewat jalan setapak. Itulah sebabnya goa di dekat Desa Bangkalaan Dayak, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, itu bukan obyek wisata terkenal.
Namun, kesan pada Temuluang tadi bisa berubah begitu kita menyusurinya. Dalam goa horizontal itu ada aliran sungai di lorong gelap. Menurut warga, panjang Temuluang mencapai empat kilometer, tiga kilometer di antaranya berupa alur sungai selebar sekitar enam meter dengan dalam sekitar tiga meter. Untuk menyusuri Temuluang tidak cukup dengan berjalan kaki. Pengunjung juga perlu jukung ketinting, yakni perahu motor tempel.
Di Kalimantan Selatan (Kalsel) kondisi seperti itu diperkirakan cuma ada pada Goa Temuluang. Selama ini dalam memperkenalkan obyek wisata goa di Kalsel yang disebut-sebut hanya Goa Batu Hapu, Berangin, Mandala, Kelelawar, Liang Kantin, Liang Hadangan, Batu Benawa, dan Sugong. Goa Temuluang tidak pernah disebut.
Sarang walet
Meski jauh dari Banjarmasin (350 kilometer arah timur) dan 150 kilometer arah utara Kotabaru, Temuluang sudah jadi rebutan para pemburu sarang burung walet sejak zaman penjajahan Belanda. Sekarang pun Temuluang dikenal sebagai penghasil sarang walet terbesar di Kalsel.
Itulah sebabnya tidak bisa sembarang orang masuk ke dalam goa tersebut. Temuluang pun disebut-sebut merupakan goa termahal.
Untuk bisa masuk, pengunjung harus minta izin terlebih dulu ke pemuka Desa Bangkalaan Dayak. Hal ini penting, karena goa itu dijaga masyarakat setempat. Goa tersebut juga dipercayai memiliki kekuatan gaib. Selain itu, pengunjung juga harus meminta izin polisi yang ditugaskan di sana.
Polisi ditugaskan untuk mencegah konflik terkait dengan keberadaan sarang burung walet di goa tersebut. Beberapa tahun lalu perebutan sarang walet memakan korban jiwa.
"Izin-izin itu perlu bukan untuk melarang. Asal jelas kepentinganya, pasti warga di sini mengizinkan. Apalagi dengan tujuan baik, seperti untuk penelitian atau wisata, kami jelas menyambutnya dengan tangan terbuka. Kami tidak ingin lagi terjadi perkelahian di sini," kata Tiang Han, mantan Pembakal (Kepala Desa) Bangkalaan Dayak.
Bagi warga yang kegiatan sehari-harinya berburu atau mencari hasil hutan, goa tersebut menjadi tempat yang nyaman untuk istirahat sebelum pulang ke rumah.
Goa Temuluang berjarak sekitar dua kilometer dari sana. Temuluang sangat gelap. Karena itu, lampu senter atau head lamp menjadi kelengkapan yang mutlak.
Gemericik air yang jatuh dari stalaktit dan kawanan burung layang-layang yang beterbangan keluar masuk goa cukup menyeramkan suasana. Hanya suara-suara itu yang memecah kesunyian dan kegelapan.
Dengan lampu senter, terlihat pada langit-langit goa ribuan sarang walet. Keberadaan sarang burung inilah yang menyebabkan goa dijaga sepanjang hari. Warga yang bertugas di sana mencapai 42 orang. Mereka menjaganya secara bergantian setiap dua hari sekali.
Pondok penjaga
Setidaknya ada empat pondok yang dijadikan pos penjagaan Temuluang. Setiap pondok diberi satu lampu minyak, lengkap dengan peralatan masak.
Uniknya, untuk menghubungkan satu pondok dengan pondok lainnya tidak semuanya bisa dilalui dengan jalan kaki, tetapi menggunakan perahu ketinting dengan mesin tempel. Perahu dipakai untuk menyusuri goa tersebut karena terdapat aliran air Sungai Kapuis. Aliran Sungai Kapuis ini diperkirakan merupakan anak Sungai Bangkalaan yang muaranya sampai ke Teluk Kelumpang.
Selain mengangkut para penjaga dan logistiknya, perahu juga dipergunakan untuk memetik dan mengangkut hasil panen sarang burung. Jika memerlukan perahu, mereka biasanya memanggil dengan cara meniup ambung, yakni sebatang bambu dengan panjang 50 sentimeter dan berdiameter 10 sentimeter yang telah diberi lubang sehinga menimbulkan suara bergema seperti meniup sangkakala.
Yang terasa menakjubkan, di goa tersebut ada empat lubang berbagai bentuk yang menjadi tempat keluar masuknya burung walet. Lubang-lubang itulah yang menjadi tempat masuk cahaya matahari ke dalam goa. Berkas-berkas sinar mentari memperlihatkan barisan indah stalaktit dan stalagnit.
Produksi sarang walet
Ambai (54), motoris perahu ketinting yang telah bekerja di goa tersebut sejak masa sekolah menengah pertama, mengungkapkan, produksi sarang burung di goa ini sempat mencapai satu ton setiap kali panen, pada kurun 1970-1980-an. Sekarang ini hanya berkisar 350 kilogram hingga 500 kilogram sekali panen. Panen dilakukan tiga kali dalam setahun.
Dengan perhitungan harga sarang burung walet sekitar Rp 3,5 juta per kilogram, maka nilai produksi sarang burung walet dari goa tersebut mencapai Rp 1,2 miliar sekali panen atau Rp 3,6 miliar setahun.
Melihat keunikan "Goa Temuluang" dan keindahan barisan karst yang memanjang di kaki pegunungan Meratus sebelah timur itu, maka sudah semestinya kawasan ini harus diselamatkan dan dikelola secara lebih baik. Jika daerah rusak akibat penambangan batu bara ilegal atau penambang kapur tak terkendali, maka musnahlah kebanggaan nama Temuluang sebagai goa termahal di Kalsel beserta barisan karstnya.

WISATA SEJARAH / WISATA BUDAYA
Tradisi Lomba Perahu Katir
Tradisi balapan atau lomba perahu katir yang biasa diselenggarakan antara bulan Juli-Agustus setiap tahun di Pulau Kerayaan sekitar 140 km sebelah selatan Pulau Laut Kotabaru. dan akan dijadikan wisata bahari andalan Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan.

Katir Race (lomba perahu Katir), kegiatan Lomba Perahu Katir ini merupakan kegiatan tahunan yang sudah dijadwalkan dalam agenda kegiatan pariwisata Kabupaten Kotabaru. .

Kegiatan tersebut merupakan jenis kegiatan bahari yang menyerupai jenis kegiatan lomba perahu layar. Selain diikuti oleh peserta dari daerah sekitar Kabupaten Kotabaru sendiri, kegiatan ini juga diikuti oleh peserta dari luar daerah, lomba tersebut terbuka untuk umum tidak hanya terbatas untuk warga sekitar saja.
Sebagai objek wisata adu perahu katir akan diadakan di kawasan lokasi Siring Laut dan Pantai Gedambaan yang relatif lebih dekat dengan ibukota kabupaten
Lomba perahu katir merupakan satu-satunya yang ada di Kotabaru dan tidak ada satu daerah lainnya di Indonesia yang menggelar event serupa.
Namun keinginan menjadi kegiatan nelayan berlomba perahu mini menjadi obyek wisata andalan itu mengalami kendala infrastruktur ke wilayah tersebut.
Hingga saat ini jalan yang mengakses ke lokasi obyek wisata di Pulau Kerayaan di Kecamatan Pulau Laut Kepulauan tersebut, masih banyak yang berlubang dan berbatu, serta ditumbuhi semak belukar.
Terutama badan jalan mulai dari, Tanjung Serdang, Salino, Semisir, Sungai Pasir, Semaras, Lontar hingga Tanjung Lalak.
Lomba perahu katir yang biasa dilakukan nelayan lokal untuk mengisi waktu saat beristirahat tidak melaut, karena angin kencang itu dapat dijadikan salah satu obyek wisata andalan, karena lomba tersebut hampir sama yang dilakukan oleh luar negeri.
Hanya besarnya perahu saja yang berbeda, kalau di luar negeri perahu dan layarnyanya berukuran besar, tetapi untuk di Pulau Kerayaan perahu dan layarnya berukuran kecil untuk satu operator.

WISATA ADAT
Ritual Bawanang Suku Dayak
Upacara Bawanang di Kecamatan Hampang dan Sungai Durian. Upacara ini juga milik suku Dayak. Hanya saja Bawanang adalah ritual untuk selamatan besar-besaran (Aruh Ganal), bukan pengobatan seperti Babalian Tandik. Pelaksanaannya dihadiri utusan dari balai-balai adat yang ada di Kalimantan Selatan bahkan dari Kaltim dan Kalteng serta Kalbar. Ritual ini adalah sebagai ungkapan rasa syukur warga dayak terhadap hasil hutan dan kebun setelah panen. Bawanang biasanya dilaksanakan selama beberapa hari dengan menghadirkan beberapa hiburan rakyat.

Upacara Babalian Tandik Untuk Mendapat Berkah
Seperti upacara yang dimiliki suku Dayak yang tinggal di kawasan Pegunungan Meratus, upacara tersebut biasa disebut dengan upacara Babalian Tandik. Upacara ini dilaksanakan untuk ritual pengobatan jika ada warganya yang mengalami sakit dan dilaksanakan di depan gua Temuluang. Upacara ini diiringi dengan pemotongan hewan kerbau dan penyiraman air (Badudus) pada semua pengunjung yang hadir. Dari kepercayaan dan cerita warga setempat, badudus ini adalah peninggalan dari raja Batu Ganting untuk mendapatkan berkah dari yang maha agung.

Pesta Rakyat Mandar Pulau Kerasian Pesta Keselamatan dan Kesejahteraan
Pesta rakyat digelar masyarakat Pulau Kerasian Kecamatan Pulau Laut Kepulauan sebagai rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki dan juga mengharapkan desanya selalu mendapatkan keselamatan dan kesejahteraan. Terik matahari di Minggu siang (8/3) tidak menyurutkan animo warga dan masyarakat sekitar Pulau Kerasian berbondong-bondong mengikuti pesta rakyat tersebut. Beraneka macam hidangan gratis khas masyarakat mandar disuguhkan melalui 6 buah stand mewakili 6 rukun tetangga yang ada di Desa Kerasian. Hidangan berbahan baku singkong, tepung terigu, tepung beras dan tepung ketan disajikan secara menarik.
Masing-masing RT menyediakan makanan yang berbeda tidak boleh diketahui oleh stand lainnya, karena kafe-kafe tersebut juga diperlombakan, kafe mana yang paling banyak pengunjungnya, itu berarti telah menyajikan makanan yang lezat dan sangat digemari oleh pengunjung.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kotabaru, Ir. Mochran dalam sambutannya menyatakan terima kasih dan selamat telah menggelar kegiatan ini dari tahun ke tahun dan menghimbau untuk melaksanakannya dengan kreatif, sehingga akan lahir produk budaya yang menarik dan unik yang nantinya akan menarik kunjungan wisatawan datang dan melihatnya. Kegiatan wisata seperti halnya pesta rakyat ini cukup menjanjikan bila dikelola dengan baik, akan menjadi penyumbang pendapatan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Untuk masyarakat Pulau Kerasian diharapkannya dengan pesta rakyat ini akan menumbuhkan rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan serta rasa memiliki keanekaragaman adat istiadat asli daerah.

Dari manapun asal muasal kita, apabila sudah berada dan tinggal di Kabupaten Kotabaru, maka adat disinilah milik kita bersama yang harus dijaga dan lestarikan bersama. Demikian pula perlu dipelihara kebersihan lingkungan, sehingga menjadi tempat yang nyaman, indah dan aman. Bukan hanya untuk para wisatawan, tetapi untuk masyarakat sendiri.
Sementara itu agar lebih meriah, Ir. Mochhran menyarankan kepada panitia agar pesta rakyat juga digabungkan dengan kegiatan kepemudaan maupun olahraga dalam mencari dan mengembangkan atlit berbakat dari daerah ini, sebagaimana halnya instansi yang dipimpinnya ditambah dengan urusan pemuda dan olahraga.
Ketua panitia pelaksana, Syarifuddin melaporkan bahwa kegiatan ini seharusnya dilaksanakan tahun 2008, biasanya bulan Juli atau Desember, namun berhubung banyak kegiatan lainnya seperti program PNPM dan persiapan MTQ tingkat kabupaten, maka pelaksanaannya baru bisa dilaksanakan sekarang. Diakui Syarifuddin acara tahun ini lebih sederhana dibandingkan tahun sebelumnya dan beberapa kegiatan ditiadakan, ini juga berkaitan dengan terbatasnya dana swadaya masyarakat. Pemkab Kotabaru sendiri melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata memberikan bantuan dana sebesar Rp.23 juta, kemudian dari Camat Pulau Laut Kepulauan sebesar Rp.2,6 juta dalam bentuk pakaian panitia.
Selain menyuguhkan makanan gratis, juga ditampilkan berbagai hiburan, yaitu hiburan musik organ tunggal menampilkan penyanyi Kotabaru, atraksi pencak silat suku mandar yang disebut mamanca, Camat Pulau Laut Kepulauan rupanya menyimpan kemampuannya dalam pencak silat, dihadapan unsur Muspika, tokoh masyarakat serta undangan lainnya Yahyuddin,S.Sos memperlihatkan kebolehannnya dalam pertarungan duel mamanca ini, kemudian tarian suku Mandar dibawakan penari dari sanggar Sipatuo pimpinan Ibu Damri.

Upacara Adat Selamatan Laut Nelayan Suku Bajau
Suasana Desa Rampa Lama, tampak ramai. Sekelompok warga tak henti-hentinya membunyikan gamelan khas suku Bajau yang bermukim di perkampungan nelayan Kecamatan Pulau Laut Utara. Mereka sedang menggelar upacara adat selamatan laut sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil tangkapan selama ini.
Iring-iringan sebanyak 200 kapal nelayan (balapan) terlihat memadati perairan Selat Pulau Laut. Suara gamelan dari kenong, sharun, gong, gitar panting gambus berbaur dengan kerasnya suara mesin domping balapan.
Di salah satu kapal balapan terlihat tokoh adat Desa Rampa H Manan duduk di ujung kapal. Ia dikawal sejumlah warga yang berpakaian adat warna hijau.
Dalam perjalanan sekitar 45 menit menuju panggung utama di tengah laut muara perairan suara gamelan tidak berhenti. Sementara H Manan menaburkan jagung saat mendekati panggung utama yang dibangun di atas laut. Dia juga menaburkan beras kuning, saat tiba di lokasi. Iring-iringan kapal berhenti dan ritual digelar kembali.

H.Manan memilih lokasi yang dianggapnya tepat untuk menancapkan bambu yang di atasnya diberi sesajen berupa beras kuning, telur dan ketan.
Sambil membaca ayat suci Alquran H Manan kemudian kembali menghambur jagung dan beras kuning lalu menancapkan bambu ke dasar laut yang saat itu sedang surut sehingga terlihat gosong di pantai. Dia kemudian mengitari air laut yang telah ditancapi bambu itu sambil membawa mangkok berwarna putih. Usai berputar beberapa kali, H Manan memandikan petugas adat yang berendam di laut.

Setelah itu ia mengambil air laut dikatirinya dengan mangkok itu. Aneh air laut itu terasa tawar, padahal air di sekitarnya dengan radius satu meter masih asin.
Warga yang mengikuti upacara selamatan laut langsung terjun ke laut dan berebut air laut yang terasa tawar itu. Mereka yakin dengan mendapatkan air laut itu bisa membawa berkah tersendiri.

Keyword : Wisata Eksotis di Kotabaru Kalimantan Selatan
Sumber By  www.urangbanua.com/obyek-wisata-kotabaru
readmore »»  

Kain Khas Kalimantan Selatan yaitu Sasirangan


sasirangan

Mungkin kita miliki dan sering dilihat dari jenis kain motif yang dibuat dengan tangan. Di berbagai belahan dunia banyak suku menghargai kreativitas mereka dalam bentuk motif dan kain tenun. Misalnya Zanshi tenun dan Boro dari jepang, Sampot dari Kamboja, Huipil dari Meksiko, Batik dari Jawa suku di pulau Jawa dan lain-lain. Kreativitas dari motif kain mengandung unsur seni tinggi dan filsafat dari produsen yang merupakan bentuk identitas lokal mereka.Dalam pola Banjar etnik, tekstil yang merupakan hasil kreativitas dari orang yang disebut oleh sasirangan. Sasirangan adalah kain etnis Banjar di Kalimantan Selatan, yang dibuat dengan cara menjahit jelujur yang kemudian diikat tali dan kemudian dicelupkan ke dalam pewarna. Jadi, ikatan yang menghasilkan tertentu motives.In Banjar etnis, pola tekstil yang merupakan hasil kreativitas dari orang yang disebut oleh sasirangan. Sasirangan adalah kain Banjar suku di Kalimantan Selatan, yang dibuat dengan cara menjahit jelujur yang kemudian diikat tali dan kemudian dicelupkan ke dalam pewarna. Jadi, ikatan yang menghasilkan motif-motif tertentu.

Sejarahnya...
Menurut beberapa sumber dari cerita rakyat atau dongeng, sekitar abad XII sampai abad ke XIV di Kerajaan Dipa, yang pertama kali membuat kain sasirangan adalah ketika adipati Lambung Mangkurat bertapa selama 40 hari dan 40 malam di rakit balarut banyu (mengikuti aliran air sungai). Menjelang akhir meditasinya rakit duke tiba di Rantau daerah, Bagantung kota, ia melihat beberapa busa di atas air. Dan dalam buih suara seorang wanita bernama Putri gelembung dihargai. Tapi dia akan muncul jika kondisi yang ia minta akan diberikan, yaitu sebuah istana Batung selesai dalam sehari dan dapat diselesaikan kain tenun dan harian dicalap (berwarna) oleh 40 anak perempuan dengan motif beras / padiwaringin. Dari waktu itu pertama kali dibuat kain sasirangan dan sering disebut kain Calapan yang dikenal dengan nama kain sasirangan. Waktu sasirangan pertama juga disebut Langgundi kain, kain tenun adalah berwarna kuning. Langgundi
kain kain yang digunakan sebagai bahan untuk membuat semua warga pakaian kerajaan harian Nagara Dipa kerajaan.

Kain sasirangan merupakan kerajinan khas daerah Kalimantan Selatan (South Kalimantan). Menurut sesepuh setempat, sebelumnya digunakan sebagai Laung (ikat kepala), pria memakai ikat pinggang, syal dan kakamban (kerudung) oleh perempuan. Kain ini juga merupakan pakaian tradisional dikenakan selama upacara adat, dan bahkan digunakan dalam pengobatan orang sakit. Jauh dari penggunaannya pada waktu, sekarang tidak lagi digunakan kain sasirangan ke spiritual. Tapi itu sudah menjadi pakaian sehari-hari dan pakaian adalah karakteristik dari Kalimantan Selatan. Di Kalimantan Selatan, kain sasirangan kerajinan merupakan salah satu daerah yang khas yang perlu diwariskan, dilestarikan dan dikembangkan di masa mendatang.

Proses sasirangan

Kata "sasirangan" berasal dari kata sirang (bahasa setempat) yang berarti diikat atau dijahit dengan tangan dan ditarik benang atau dalam hal jahit dijelujur bahasa. Sasirangan kain yang dibuat dengan menggunakan kain mori, poliester, yang dijahit dengan cara tertentu. Kemudian dicuci dengan berbagai warna yang diinginkan, sehingga gaun bahan bermotif garis-garis warna-warni dengan motif atau yang unik dan khas.

Dalam pembuatan kain sasirangan, pertama menyirang. Kain dipotong pakaian cukup disesuaikan untuk perempuan atau laki-laki. Kemudian kain dicat dengan kain motif tradisional, maka disirang atau dijahit dengan tangan adalah lemah mengikuti motif. Kain yang telah dijahit ditarik benang jahitan untuk mengencangkan jahitannya, sehingga kain mengerut ketat dan kain siap untuk memasuki proses selanjutnya.
Yang kedua, persiapan pewarna, pewarna yang digunakan adalah pewarna untuk batik. Semua pewarna untuk batik dapat digunakan untuk mewarnai kain sasirangan. Tapi pewarna yang umum digunakan saat ini adalah pewarna naftol dengan garam. Bahan lain sebagai pembantu adalah soda api (NaOH), TRO / Sepritus, air panas mendidih. Pada pewarna pertama diambil di moderasi, kemudian diencerkan / dibuat pasta dengan menambahkan TRO / alkohol, kemudian aduk sampai semua / larut larut. Setelah semua bahan terlarut, kemudian menambahkan beberapa tetes soda kaustik dan akhirnya ditambah dengan air panas dan air dingin yang diperlukan. Solusinya harus jelas / jelas. Untuk membubarkan pewarna naftol dianggap selesai dan sudah dapat digunakan untuk mewarnai kain sasirangan.


Untuk membuat warna yang diinginkan, maka pewarna naftol dihasilkan dengan garam. Untuk membubarkan garamnya, diambil sesuai dengan tujuan dan kemudian menambahkan air panas sedikit demi sedikit sambil diaduk, aduk dengan penuh semangat sehingga semua zat terlarut dan solusi yang jelas yang diperoleh. Jumlah solusi disesuaikan dengan kebutuhan. Kedua solusi dari naftol dan garam sudah dapat digunakan untuk mewarnai kain sasirangan, yaitu dengan terlebih dahulu menggosok / menyikat pewarna naftol pada kain yang telah disirang yang kemudian ditambahkan ke solusi lain / garam diterapkan sehingga akan ada warna pada kain yang memiliki telah diolesi sasirangan sesuai dengan warna yang diinginkan. Setelah semua kain dicelup, kain dicuci sampai air cucian tidak berwarna lagi.

Sebelum munculnya pewarna sintetis, kain menggunakan pewarna alam yang digunakan sasirangan dari alam, misalnya dari pohon Karamunting, Mengkudu buah, Akar Kebuau, Gambier, Areca, dan sebagainya. Selain pewarna alami, kain sasirangan biasanya juga menggunakan beberapa bahan dari alam untuk memperkuat ketahanan warna, seperti kapur, tawas, kapur, dan sebagainya.

Ketiga, kain bersih kemudian dilepaskan sehingga lapisan adalah motif bekas luka terlihat di antara warna yang ada pada kain. Sampai di sini sasirangan kain-proses pembuatan telah selesai dan dikeringkan salanjutnya dipangkas dengan besi dan siap untuk dipasarkan. Pada masyarakat banjar, kain sasirangan memiliki berbagai motif dasar yang telah dipatenkan jenisnya. Hal ini dalam rangka untuk mempertahankan nilai-nilai budaya dan kerja banjo. Beberapa motif dasar adalah sebagai berikut:



Bayam Raja
Bintang Bahambur
Daun Jaruju
Iris Pudak
Kambang Raja
Kambang Tampuk Manggis
Kambang Tanjung
Kangkung Kaombakan
Kulit Kayu
Kulit Kurikit
Jajumputan
Sari Gading
Naga Balimbur
Ombak Sinapur Karang
Turun Dayang

Keyword : Kain Sasirangan khas Kalimantan
Sumber By : Bang Yoes
readmore »»  

Wisata Bahari Unik Pulau Moyo Eksotis di Sumbawa

Indonesia memiliki kepulauan yang eksotik dan menjadi wisata andalan. Salah satunya Sumbawa, di sana terdapat pulau-pulau indah seperti Pulau Moyo, Pulau Medang, Pulau Panjang, Pulau Liang, Pulau Ngali dan Pulau Rakit. Pulau Moyo sendiri merupakan sebuah pulau kecil yang berada di sisi utara Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Pulau Moyo menjadi salah satu tujuan wisata kelas dunia. Bahkan, banyak selebritis mancanegara untuk berwisata sekedar mencari ketenangan. Meskipun kecil, pulau yang eksotik dan tenang ini memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Konon, Lady Diana & Michael Philip “Mick Jagger” pernah berlibur kesana. Bagi yang baru pertama kali ke sana, sebaiknya anda menggunakan jasa pemandu wisata supaya tidak tersesat.
Pulau Moyo telah diciptakan dengan berbagai pemandangan indah. Setidaknya, berikut adalah lima hal yang menjadikan Moyo sebagai incaran wisatawan:


Air Terjun Brang Rea & Mata Jitu



Ketinggian dataran di Pulau Moyo bervariasi dari 0-648 m di atas permukaan laut (dpl).Air terjun Brang Rea terletak di tengah pulau menjadi daya tarik tersendiri bagi turis. Di sepanjang jalan menuju air terjun, Anda akan menjumpai beraneka macam burung dan salah satu di antaranya adalah megapodius. Di Air Terjun Brang Rea, Anda dapat berenang bebas. Kalau bernyali, bahkan anda dapat mencoba lompat dari titik atas air terjun.

Underwater

Jika anda punya sertifikat snorkeling/diving atau hanya uji nyali, berbagai jenis terumbu karang dan ikan hias yang beranekaragam dapat Anda nikmati. Boleh dikatakan kondisi karang yang mengelilingi seluruh pulau masih dalam keadaan baik dan belum rusak. Kalau beruntung, Anda juga bisa bertemu Hiu dengan panjang ± 2 meter, anemon, pelagik, belut, groupers bahkan manta ray (ikan pari). Hobi menyelam bisa juga dilakukan di Pulau Medang yang terletak tidak jauh dari Pulau Moyo tepatnya di sisi barat laut. Pemandangan bawah laut di tempat ini tak kalah indahnya.

Surga Pecinta Burung

Jika anda adalah seorang pecinta burung maka tak salah mengunjungi Pulau Moyo. Dari 124 spesies burung yang terdapat di Sumbawa, 86 jenis di antaranya berada di pulau ini. Banyak spesies burung langka juga bisa ditemukan di sini, seperti Kakatua berkepala kuning serta burung Gosong (megapodius). Burung Gosong ini sungguh unik karena mengandalkan tanaman dan ranting untuk menghasilkan panas selama masa inkubasi telurnya.

Kupu-kupu

Sebagai penanda masih lestarinya pulau seluas kurang lebih 30.000 hektar ini. Anda dapat bertemu ratusan kupu-kupu akan terlihat dari balik semak belukar, pepohonan atau di tengah padang savana. Ternyata kerajaan Kupu-kupu tidak hanya di Bantimurung. Keindahan alam plus beraneka kupu-kupu tentu memberikan suasana damai dan jauh dari hingar-bingar perkotaan.

Gua Ai Manis

Gua ini merupakan tempat bersarangnya ratusan kelelawar dan surga bagi para ilmuwan. Pulau ini juga dihuni 21 jenis kelelawar, burung, macaque, babi liar, rusa dan ular. Gua ini berada di tengah hutan. Hutan yang cantik dan nyaris tak tersentuh, air terjun dan sungai-sungai yang menggoda, serta keindahan bawah laut yang eksotik. Selain hiking di hutan, menyusuri sungai dan air terjun. Okey, nikmati indahnya Pulau Moyo.
Sumber By http://obyekwisataindonesia.com

readmore »»