Selasa, 25 Desember 2012

Kapal Selam Cina Jiaolong Menyelami Dasar Lautan Pasifik

Jiaolong tak memiliki tanduk maupun empat kaki seperti naga laut Jiaolong dalam mitologi Cina. Namun kapal selam buatan Cina ini mampu menyelam hingga kedalaman lebih dari 5.000 meter dan masuk jajaran kapal selam elite yang menyelam lebih dari 3.500 meter. Jiaolong adalah kapal selam berawak Cina yang khusus dirancang untuk mengarungi laut dalam.

Selasa lalu, kapal selam ini melampaui kemampuan kapal selam Amerika Serikat, Alvin, dengan menyelami Samudra Pasifik timur, sebelah tenggara Hawaii, hingga kedalaman 5.057 meter, dan disusul 5.188 meter pada tes berikutnya. Jiaolong, yang berarti naga laut dalam bahasa Cina,  menancapkan tonggak baru dalam perlombaan untuk mengeksplorasi sumber daya mineral yang diperkirakan tersimpan di dasar laut terdalam dunia.

“Kedalaman itu menunjukkan bahwa Jiaolong mampu mencapai lebih dari 70 persen dasar laut di dunia,” kata Kepala Operasi Penyelaman, Wang Fei. “Jiaolong akan membuka jalan untuk pemecahan rekor 7.000 meter dalam tes penyelaman pada 2012."

Hingga saat ini rekor penyelaman itu masih dipegang oleh kapal selam Jepang, Shinkai 6.500, yang menyelam hingga 6.527 meter pada Agustus 1989.

Akhir pekan lalu, badan kelautan Cina, State Oceanic Administration (SOA), menyatakan bahwa misi yang dilakukan kapal selam itu meraih sukses dalam melakukan empat tes penyelaman, yang dimulai pada 21 Juli 2011.

“Pada kedalaman 5.000 meter, Jiaolong mampu menahan tekanan besar sekitar 5.000 ton per meter persegi,” kata Wang. “Tes berikutnya adalah melakukan riset ilmiah dan mencoba berbagai fungsi wahana tersebut.”

Dalam uji coba penyelaman tersebut, Jiaolong telah menancapkan “marker” di dasar laut, mengambil sampel, menguji perangkat komunikasi akustik bawah airnya, dan mengambil gambar saat menyelami Samudra Pasifik. Kegiatan bawah laut itu membuktikan stabilitas dan kemampuan berbagai fungsi wahana tersebut ketika menyelam di laut dalam.

Kepala tim perancang kapal selam itu, Xu Qinan, menyatakan bahwa sistem komunikasi digital bawah laut dan sistem mobilitas bawah laut yang dimiliki Jiaolong memungkinkan kapal selam bergerak maju dan mundur dengan mudah di dalam laut.

Desain dan berbagai teknologi mutakhir yang dimiliki wahana sepanjang 7,9 meter ini memungkinkan Jiaolong menyelam sampai 7.000 meter di bawah permukaan laut. Kedalaman itulah yang akan dikunjungi tiga awak Jiaolong, Tang Jialing, Fu Wentao, dan Ye Cong, dalam penyelaman menggunakan wahana berbadan titanium itu tahun depan.

Satu-satunya kapal selam yang pernah menjelajah ke kedalaman lebih dari 7.000 meter adalah bathyscape (kapal selam ultradalam) Trieste pada 1960. Ahli oseanografi Swiss, Jacques Piccard, dan Letnan Angkatan Laut Amerika, Don Walsh, mencetak rekor 10.916 meter di bawah permukaan laut ketika mereka menyelam hingga ke dasar Challenger Deep, titik terdalam di bumi. Jacques dan ayahnya, Auguste Piccard, ikut menyumbangkan gagasannya dalam desain kapal selam ultradalam tersebut.

Jiaolong dikembangkan oleh Program National 863 pemerintah Cina, atau lebih dikenal dengan sebutan Rencana 863. Program itu juga terlibat dalam pembangunan pesawat antariksa Shenzhou, mengangkat Cina sebagai negara ketiga yang mengirim dan menerbangkan manusia ke luar angkasa.
Menggunakan kapal selam itu, pemerintah Cina mampu mengeksplorasi deposit mineral yang diperkirakan banyak tersimpan di dasar laut dalam, seperti emas, tembaga, zinc, bahkan mineral langka yttrium. Berbeda dengan cadangan mineral di perut bumi yang kian menipis karena industri pertambangan sebesar US$ 225 miliar setahun, samudra dunia, yang mencakup lebih dari dua pertiga permukaan bumi dengan kedalaman rata-rata 4.000 m, menawarkan cadangan mineral berlimpah.

Cina telah menandatangani kesepakatan dengan International Seabed Authority (ISA) untuk memetakan area di Samudra Pasifik seluas 7,8 juta hektare. Beberapa pekan lalu, ISA mengeluarkan izin bagi Cina dan Rusia untuk mengeksplorasi Zona Rekahan Clarion-Clipperton, yang kaya mangan, di sebelah timur Pasifik Tengah.

Rusia memiliki dua kapal selam Mir buatan Finlandia dengan kemampuan menyelam maksimum 6.000 meter. Mir pernah digunakan oleh sutradara film Hollywood, James Cameron untuk memfilmkan reruntuhan kapal Titanic.

Kemampuan “naga laut” mengarungi laut dalam membuat Cina memperoleh akses ke berbagai area laut dalam di dunia sekaligus satu dari lima negara yang dapat menjangkau laut di bawah 3.500 meter. Selain Cina, Jepang, dan Rusia, dua negara yang mempunyai kapal selam laut dalam adalah Amerika Serikat dan Prancis.

Prancis mempunyai Nautile, yang juga pernah mengunjungi reruntuhan kapal Titanic, dan mampu menyelam hingga kedalaman 6.000 meter. Belum lama ini Nautile turut membantu mencari kotak hitam pesawat Air France penerbangan 447 dari Rio de Janeiro menuju Paris, yang jatuh di Samudra Atlantik pada 1 Juni 2009.

Kapal selam Amerika, Alvin, dapat menyelam hingga kedalaman 4.500 meter. Kapal selam yang dioperasikan oleh Woods Hole Oceanographic Institution (WHOI) itu telah menyelesaikan misi finalnya, mempelajari efek tumpahan minyak terhadap kehidupan laut beberapa kilometer dari lokasi anjungan minyak Deepwater Horizon di Teluk Meksiko. WHOI berencana merombak Alvin agar kapal selama itu dapat mencapai kedalaman 6.500 meter serta memperbesar bola titanium kabin awak.

TJANDRA DEWI | XINHUA | GUARDIAN | GRAPHICNEWS

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar